

Tentang Museum Gedung Juang
Museum Bekasi pertama kali dipugar pada 2020 lalu. Museum ini merupakan alih fungsi dari cagar bersejarah Gedung Juang 45 Tambun. Setelah pembangunan, Museum Bekasi akhirnya diresmikan pada 19 Maret 2021 oleh Bupati Eka Supria Atmaja.
​
Dalam sambutannya pada saat peresmian, Bupati Eka Supria Atmaja menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam membantu serta mendukung perbaikan Gedung Juang 45 Bekasi hingga menjadi museum digital yang terlihat lebih modern.
Eka menyebutkan, Museum Gedung Juang 45 Bekasi akan menjadi ikon serta pusat Kabupaten Bekasi yang dapat diwariskan sampai ke generasi berikutnya.
​
Museum Bekasi berisi berbagai hal tentang sejarah yang berkaitan dengan Bekasi. Mulai dari zaman kerajaan, penjajahan, perang kemerdekaan serta asal-usul Bekasi ditampilkan dengan sentuhan teknologi di museum ini. Seluruh kisah sejarah ini disajikan dalam sebelas hall.
Saat masuk museum, pengunjung akan disuguhi dengan 17 patung para kepala daerah yang pernah memimpin Bekasi. Mulai dari Kiyai Haji Noer Alli, Ibu Neneng Hasanah Yasin hingga Haji Eka Supria Atmaja ditampilkan pada hall pertama ini.
Selanjutnya, pengunjung akan disajikan tentang asal-usul Bekasi sejak zaman pra sejarah dan kerajaan. Ada Kerajaan Tarumanegara, Sunda hingga Kesultanan Mataram yang menjadi cikal bakal berdirinya wilayah Bekasi.
Pada segmen ini, pengunjung bisa merasakan sensasinya langsung. Bagaimana jika pengunjung berada di zaman kerajaan. Fitur ini diberi nama wall display.
​
Beranjak ke lantai 2, pengunjung akan disajikan kisah tentang Bekasi di masa penjajahan. Segmen yang berisi beberapa hall ini menggambarkan situasi Bekasi sejak VOC datang, kemudian saat pemerintahan Hindia-Belanda hingga kependudukan Jepang.
Beruntung, Bekasi punya sosok jagoan lokal yang terkenal berani melawan penjajah. Dia adalah Entong Tolo. Kisah tentang si bendo merah ini diceritakan khusus dalam sebuah layar digital.
​
Secara keseluruhan, pengunjung juga bisa merasakan betapa genting dan mencekamnya situasi saat penjajahan. Kisah itu dapat dirasakan dalam sebuah ruangan full layar yang dinamai air wall.
Kisah tentang perjuangan Bekasi ini pun dapat disaksikan dalam sebuah bioskop mini di dalam museum.
Tidak ketinggalan, kebudayaan Bekasi pun turut dipertontonkan di museum ini, seperti tari topeng, tanjidor serta beberapa kesenian khas lainnya.
​
Menutup keseruan menikmati perjalanan sejarah, pengunjung bisa berbelanja produk-produk UMKM yang dijual di dekat pintu keluar.